bcze.us

Situs Media Edukasi Terupdate

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Pendidikan menjadi tumpuan harapan untuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, karena pendidikan yang berlangsung di sekolah keberadaannya disengaja, direncanakan, serta diatur sedemikian rupa melalui tata cara dan mekanisme yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD / MI dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah bahwa Standar Kompetensi IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari hari. Sedangkan dalam Standar Isi kurikulum KTSP 2006 dinyatakan bahwa Standar Kompetensi IPA diberikan kepada peserta dengan pola pembelajaran interaktif, strategi pembelajaran dalam menyajikan materi secara verbal diubah menggunakan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, munculnya kesadaran bahwa sumber belajar dan media pembelajaran dapat diperoleh dari berbagai cara serta teknologi pembelajaran berbasis teknologi informasi (TI) sudah mulai diterapkan.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mempunyai beberapa mata pelajaran yang laksanakan di sekolah dasar, IPA dalam pelaksanaannya lebih mengedepankan keaktifan siswa baik aktif mencari, memproses dan mengolah perolehan belajarnya. IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan sistematis dan IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Dalam Pelaksanaannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih mengedepankan keaktifan siswa baik aktif mencari, memproses dan mengolah perolehan belajarnya. Selain itu menurut BSNP (2006 : 11) kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multi strategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam terkembang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).
Namun kenyataannya pembelajaran sampai sekarang ini guru yang masih menggunakan metode ceramah tanpa memperhatikan model mengajar yang inovatif, kreatif, serta penggunaan media yang sesuai belum dilakukan secara maksimal, guru masih mendominasi atau menjadi pusat perhatian selama proses pembelajaran (teacher centered). Sebagian besar siswa sangat pasif dan malas pada saat pembelajaran siswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikannya dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Pemilihan strategi pembelajaran yang kurang tepat oleh guru, siswa tidak diarahkan untuk bertukar pikiran dengan siswa lain yang menuntut mereka untuk berpikir kritis serta siswa cenderung cepat lupa dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya. Hal ini menjadikan pemahaman siswa kurang terhadap materi yang diajarkan oleh guru sehingga menjadikan hasil belajar rendah.
Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh peserta didik. Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan menggunakan model pembelajaran dan media yang tepat agar siswa menjadi aktif dan dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga dapat diperoleh hasil belajar yang optimal. Peran guru dalam proses membelajarkan siswa semakin penting karena di masa depan guru tidak lagi merupakan sumber informasi atau penyampaian pengetahuan kepada siswa melainkan lebih merupakan fasilitator yang mempermudah siswa belajar.
Cara-cara mengajar konvensional, sudah selayaknya untuk diperbarui dan dikembangkan seiring dengan kemajuan teknologi. Seiring berkembang pesatnya teknologi berbasis IT, guru dituntut untuk mampu menyajikan pembelajaran yang kreatif, penggunaan teknologi yang efisien yang bertujuan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, inovatif, menumbuhkan semangat siswa sehingga hasil belajar siswa tercapai secara optimal. Armstrong dalam Sudjana (1988 : 148) menjelaskan bahwa tugas dan tanggung jawab guru digolongkan dalam 5 jenis, yaitu : 1) tanggung jawab dalam pengajaran, 2) tanggung jawab dalam memberikan bimbingan, 3) tanggung jawab dalam mengembangkan kurikulum, 4) tanggung jawab dalam mengembangkan profesi, 5) tanggung jawab dalam membina hubungan baik dengan masyarakat.
Permasalahan tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil belajar di kelas khususnya pada mata pelajaran IPA di SD Negeri X. Rendahnya nilai hasil belajar siswa harus segera diatasi, hasil belajar siswa kelas V SDN X dikatakan belum berhasil. Pelaksanaan pembelajaran dikatakan berhasil apabila hasil belajar yang diperoleh siswa sudah mencapai standar yang ditentukan. Pembelajaran dengan metode ceramah ini sering digunakan oleh guru IPA di SD Negeri X pada siswa kelas V akibatnya proses pembelajarannya masih bersifat monoton dimana siswa kelihatan pasif hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru, dan hanya guru saja yang kelihatan aktif. Dari Hasil ulangan harian, menunjukan data yang diperoleh dari hasil ulangan harian IPA masih dibawah KKM 70. Terbukti dari 15 siswa hanya 5 siswa atau 33,33% yang berhasil memenuhi KKM, sedangkan 10 siswa atau 63,67% belum memenuhi KKM. Ada lebih dari 50% siswa yang belum memenuhi KKM, berarti kegiatan pembelajaran ini belum berhasil.
Melihat permasalahan yang muncul sebagai tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan tersebut akan dilakukan alternatif tindakan dengan menggunakan pembelajaran melalui pendekatan inkuiri berbantuan multimedia interaktif. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai variasi untuk merangsang siswa agar menumbuh kembangkan semangat siswa, dengan penyajian pembelajaran yang menarik. pendekatan inkuiri adalah pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung untuk melakukan penyelidikan masalah, menyusun hipotesa, merencanakan eksperimen, serta membuat kesimpulan dari hasil yang telah didapatkan. Dalam pembelajaran inkuiri ini siswa dituntut aktif untuk menemukan sendiri pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator yang bertugas merangsang dan mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri konsep yang dipelajari. pembelajaran inkuiri dengan memanfaatkan multimedia interaktif diduga mampu meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri X.

Dengan berbantuan multimedia interaktif diharapkan mampu mengatasi sikap pasif, sehingga peserta didik menjadi lebih semangat dan lebih mandiri dalam belajar. memberikan rangsangan, pengalaman, dan persepsi yang sama terhadap materi belajar. Juga dapat memaksimalkan efek visual dan memberikan interaksi berkelanjutan sehingga pemahaman bahan ajar meningkat. Dengan multimedia interaktif juga dapat menarik perhatian siswa untuk mengikuti proses pembelajaran karena adanya kumpulan objek atau gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga muncul pergerakan yang kelihatan hidup.

Baca Juga : 

 

PGSD IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK

PGSD IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK

PGSD IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK

PGSD IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK

PGSD IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK

Pendidikan mengalami perkembangan terus-menerus seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan pendidikan dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah perkembangan kebutuhan masyarakat baik masyarakat lokal maupun masyarakat global dan perkembangan ilmu mengenai pendidikan itu sendiri. Perubahan kebutuhan masyarakat merupakan dampak dari perkembangan peradaban manusia, tidak bisa dipungkiri kehidupan sosial dan teknologi sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan saat ini. Selain hal tersebut, tokoh-tokoh dan juga pakar pendidikan juga mempunyai andil yang besar dalam perkembangan dunia pendidikan, inovasi-inovasi pendidikan semakin berkembang pesat dan memperkaya kazanah keilmuan dalam dunia pendidikan. Perkembangan-perkembangan tersebut yang akhirnya mempengaruhi arah atau tujuan yang ingin dicapai dari suatu pendidikan.
Pada hakikatnya tujuan dari pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas ke depan untuk mencapai suatu cita-cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Arti penting dari diselenggarakannya pendidikan itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas manusia agar lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Di Indonesia pendidikan diselenggarakan untuk mewujudkan salah satu tujuan dari negara ini yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah sejak zaman pasca kemerdekaan sampai dengan pemerintahan saat ini mencoba untuk mewujudkan hal tersebut dengan terus menerus memperbaiki dan meningkatkan proses dalam penyelenggaraan pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan selalu mengembangkan dan memperbaiki kurikulum pendidikan. Seperti yang kita ketahui kurikulum merupakan acuan dasar dalam penyelenggaraan pendidikan oleh sebab itu kurikulum mempunyai peran besar dalam tercapai atau tidaknya suatu tujuan pendidikan. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan penyelenggara negara berperan besar dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Salah satu kebijakan yang saat ini menjadi isu hangat adalah diterapkannya kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini merupakan perkembangan dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Terdapat beberapa perbedaan dengan kurikulum sebelumnya, kurikulum 2013 merupakan kurikulum dengan berbasis kompetensi dan karakter khususnya untuk sekolah dasar. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi dan menekankan pada pengembangan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minat peserta didik, agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan, dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. Perbedaan lain yang nampak adalah sistem integrasi pada semua mapel menggunakan tema serta sistem penilaian yang digunakan yaitu penilaian autentik. Sistem tematik integratif pada KTSP hanya dilaksanakan untuk kelas I, II, dan III dan dalam kurikulum terbaru ini sistem ini digunakan untuk semua kelas yaitu kelas I-VI.
Proses pembelajaran menjadi bagian terpenting pembaharuan dalam Kurikulum 2013, yaitu proses pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pemeran utama dan harus aktif. Pembelajaran yang aktif serta berbasis kompetensi dan karakter diharapkan siswa tidak perlu menghafal lagi dalam menguasai kompetensi yang diharapkan tapi kompetensi tersebut akan dikuasai melalui pengalaman langsung saat pembelajaran.
Selain menekankan pada proses pembelajaran, proses penilaian juga menjadi titik berat dalam kurikulum ini. Kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik. Penilaian autentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Penilaian autentik diharapkan mampu menggambarkan secara utuh mengenai kondisi peserta didik yang sesungguhnya dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Menurut Wiggins dalam Abdul Majid (2014 : 73), berpendapat bahwa metode penilaian tradisional untuk mengukur prestasi, seperti tes pilihan ganda, benar/salah, menjodohkan dan Iain-lain dianggap telah gagal mengetahui kinerja peserta didik yang sesungguhnya. Melihat kekurangan tersebut, dalam kurikulum ini mengadopsi penilaian autentik agar diperoleh gambaran kondisi peserta didik yang sebenarnya untuk digunakan sebagai refleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan maupun sebagai sarana pertanggungjawaban kepada pihak intern serta ekstern sekolah.
Penilaian autentik dilaksanakan selama proses pembelajaran untuk melihat ketercapaian kompetensi siswa, tidak hanya pada aspek pengetahuan saja namun juga pada aspek sikap dan keterampilan, oleh karena itu dalam pelaksanaan penilaian autentik pendidik dituntut untuk cermat, teliti, serta objektif sehingga nilai yang dihasilkan menggunakan penilaian autentik ini benar-benar representatif dan autentik menggambarkan keadaan siswa yang sebenarnya. Hasil penilaian yang baik akan memudahkan berbagai pihak baik pihak intern maupun ekstern sekolah untuk mengadakan kegiatan refleksi dan evaluasi sehingga kualitas pendidikan akan semakin meningkat dengan kualitas penilaian tersebut.
Pelaksanaan penilaian autentik di sekolah dasar tidak lepas dari peran penting guru itu sendiri. Dalam penilaian autentik guru memiliki peran sebagai pengembang atau perencana instrumen penilaian dan evaluasi sekaligus sebagai pelaksana. Kemampuan menilai dan mengevaluasi merupakan salah satu bagian dari kompetensi pedagogik yang harus dikuasai oleh guru.
Pelaksanaan penilaian autentik ditemukan beberapa permasalahan berkaitan dalam pengimplementasian nya khususnya di sekolah dasar. Berdasarkan wawancara dengan Bapak Z guru kelas IV di SD X yang juga sudah menerapkan Kurikulum 2013, beliau menjelaskan beberapa permasalahan yang dialami saat melaksanakan penilaian autentik yaitu yang pertama adalah dalam penilaian autentik terlalu banyak komponen-komponen (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) yang harus diperhatikan secara bersamaan sehingga menyulitkan guru, selanjutnya yang kedua adalah penilaian sikap yang menuntut pengamatan secara detail dengan jumlah siswa yang banyak sehingga guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan penilaian. Berdasarkan hasil wawancara juga didapatkan informasi bahwa penilaian autentik menjadi kesulitan tersendiri bagi guru-guru dalam penerapannya. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SD X Bapak J dalam wawancara yang menyatakan salah satu kesulitan di dalam penerapan kurikulum 2013 adalah penilaian autentik.
SDN X merupakan salah satu sekolah dasar yang menerapkan kurikulum 2013 ini, namun berbeda dengan sekolah dasar lain yang baru menerapkannya pada kelas I dan kelas IV, SDN X sudah melaksanakannya di semua kelas sejak tahun 2013 dan dijadikan sebagai SD percontohan untuk penerapan Kurikulum 2013. Pelaksanaan Kurikulum 2013 di SDN X didukung dengan adanya guru yang ahli dan profesional hal tersebut terbukti dengan adanya guru yang menjadi instruktur untuk Kurikulum 2013. Kelas VB SDN X merupakan kelas yang diampu oleh guru yang menjadi instruktur nasional untuk Kurikulum 2013 sehingga secara formal pelaksanaan kurikulum 2013 khususnya dalam penilaian autentik di kelas tersebut sangat terbantu oleh kualitas tenaga pendidiknya.
Mengingat akan pentingnya permasalahan tersebut dan melihat potensi yang ada maka perlu dilakukan kajian dengan melakukan penelitian dengan judul “IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK DALAM KURIKULUM 2013 DI KELAS V SDN X”.

Sumber : https://obatpenyakitherpes.id/cooking-mama-apk/

PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN

PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN

PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN

PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN

PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN

Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi serta unsur-unsur yang mendasari suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Guru dengan sabar berusaha mengatur lingkungan belajar supaya dalam mengikuti pembelajaran peserta didik lebih semangat dan percaya diri. Seperangkat teori dan pengalamannya, guru gunakan untuk bagaimana mempersiapkan program pembelajaran dengan baik dan sistematis.
Untuk mencapai pembelajaran yang baik dan sistematis, diperlukan seperangkat alat pembelajaran baik berupa model maupun media, alat pembelajaran berfungsi untuk mengoptimalkan proses kegiatan belajar mengajar, dengan begitu guru dapat mengeksplorasi kemampuan siswa serta dapat memodifikasi pembelajaran sedemikian rupa sehingga menjadi proses belajar yang aktif dan menyenangkan. Alat pembelajaran mempunyai peran yang penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai, selain media yang diterapkan oleh guru, model pembelajaran guru akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran.
Menurut La Iru dan La Ode (2012 : 1) secara harfiah pembelajaran berarti proses, cara, perbuatan mempelajari, dan perbuatan menjadikan orang atau makhluk belajar. Dalam proses atau upaya menciptakan kondisi belajar mengajar seorang guru mempunyai peran penting dalam mencapai tujuan pembelajaran agar dapat tercapai secara optimal. Sehingga dibutuhkan sebuah perangkat pembelajaran berupa model pembelajaran yang sesuai dengan materi. keberhasilan suatu pembelajaran bergantung alat pembelajaran seperti model, media, dan situasi pembelajaran, strategi yang dirancang oleh guru. Model pembelajaran merupakan salah satu alat untuk mengoptimalkan proses kegiatan belajar mengajar, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal sehingga model pembelajaran pun akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran di kelas. Dengan penerapan model pembelajaran, maka siswa akan tertarik dengan materi yang diberikan guru dan siswa lebih bersemangat dan termotivasi untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Melalui model pembelajaran guru dapat mengaplikasikan dan dapat membantu siswa mendapatkan informasi, ide, keterampilan, cara berfikir, dan mengekspresikan ide. Model pembelajaran berfungsi pula sebagai acuan para guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar yang lebih menyenangkan dan menarik. Menurut Huda (2013 : 143), model pembelajaran dapat didefinisikan sebagai kerangka kerja struktural yang juga dapat digunakan sebagai pemandu untuk mengembangkan lingkungan dan aktivitas belajar yang kondusif.

Tiap model pembelajaran yang dipilih dapat mengungkapkan berbagai realitas yang sesuai dengan situasi kelas dan macam pandangan hidup, demikian dengan model-model pembelajaran dimaksudkan cara yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran (Aqib, 2013 : 70). Sehingga berhasil tidaknya pembelajaran yang dilaksanakan bergantung pada guru, siswa serta model yang diterapkan dalam pembelajaran tersebut. Penggunaan model pembelajaran yang tepat artinya untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran, tergantung pada lingkungan sekolah dan sumber yang tersedia yang diinginkan yang cocok untuk menangani model mengajar tertentu. Jadi untuk belajar tertentu diperlukan model mengajar tertentu pula. Seorang guru yang kreatif dan inovatif, maka siswa akan berkembang serta penerapan pembelajaran pun haruslah mengikuti kebutuhan siswa.
Model pembelajaran yang digunakan dalam setiap pembelajaran bertujuan untuk mengatur kegiatan saat pembelajaran, makin menarik model pembelajaran yang digunakan oleh guru, makin menarik pula siswa dalam menerima pembelajaran. Salah satu fungsi penggunaan model pembelajaran yaitu sebagai pedoman perancangan dan pelaksanaan pembelajaran dengan begitu guru menggunakan model pembelajaran yang menarik bagi siswa, dengan adanya model yang tepat maka pembelajaran akan menyenangkan bagi siswa. Sehingga pemilihan model sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, tujuan (kompetensi) yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, serta tingkat kemampuan peserta didik lebih aktif dan berkarakter, pada hakikatnya berbasis karakter adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, guru menggunakan model pembelajaran yang menarik minat siswa, guru juga perlu menyisipkan pendidikan berbasis karakter yang dapat meningkatkan keterampilan dalam penyampaian materi pembelajaran, salah satunya adalah penyampaian materi pembelajaran dalam keterampilan berbicara.
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), khususnya SD kelas I pembelajaran menceritakan gambar berseri perlu dipelajari siswa untuk mengembangkan keterampilan berbicara. Hal tersebut termuat dalam pembelajaran KTSP pada Standar Kompetensi 6, yakni Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan gambar, percakapan sederhana, dan dongeng, dan Kompetensi Dasar 6.1, menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDN X, informasi yang diperoleh yaitu pembelajaran keterampilan berbicara belum tercapai, berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Hal ini terbukti dari rendahnya kemampuan berbicara siswa yang dilihat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri adalah 75, sehingga dapat dikatakan Tuntas atau memenuhi KKM. Dengan metode ceramah nilai yang dicapai siswa adalah 60 sehingga siswa Belum Tuntas atau masih kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri.
Pada pra siklus untuk nilai rata-ratanya 64,79 dengan persentase ketuntasan 13% dan tidak tuntas 77% dari 34 siswa. Dari data yang diambil pada pembelajaran tematik siklus satu ada 12 siswa yang dapat dikatakan Tuntas dengan persentase 58%, dan yang tidak tuntas ada 22 siswa dengan persentase 42%. Pada pembelajaran tematik siklus dua ada 25 siswa yang dapat dikatakan tuntas, dengan persentase 73%, dan yang tidak tuntas ada 9 siswa dengan persentase 27%. Dari data tersebut, ada perbedaan dalam pembelajaran tematik siklus satu dan siklus dua. Banyak siswa yang memperoleh nilai tuntas pada siklus dua, daripada pembelajaran tematik siklus satu.
Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu karena pemilihan model yang kurang tepat sehingga pembelajaran tidak berjalan secara kondusif. Melihat kondisi demikian maka perlu diterapkan model pembelajaran yang inovatif. Salah satu model inovatif dalam pembelajaran adalah picture and picture.

Spesifikasi Smartphone Flagship Redmi Mulai Terkuak

Spesifikasi Smartphone Flagship Redmi Mulai Terkuak

Spesifikasi Smartphone Flagship Redmi Mulai Terkuak

Spesifikasi Smartphone Flagship Redmi Mulai Terkuak

Spesifikasi Smartphone Flagship Redmi Mulai Terkuak

Beberapa waktu lalu muncul dugaan bahwa Xiaomi lewat anak perusahaannya, Redmi, akan meluncurkan sebuah smartphone Flagship yang menggunakan prosesor Snapdragon 855.

Belum lama kabar tersebut muncul, baru-baru ini, seorang

Leaker asal China memberikan sebuah bocoran spesifikasi seputar smartphone Flagship besutan Redmi.

Dari tangkapan layar dapat terlihat selain dibekali chipset Snapdragon kelas atas, smartphone ini juga akan memiliki RAM sebesar 8 GB dan memori internal 128 GB.

Kemudian untuk bagian depannya sendiri, terdapat layar

berukuran 6.39 inci dengan resolusi Full HD+ 2340 x 1080 piksel. Sedangkan untuk tipe layarnya kemungkinan adalah IPS.

Berlanjut ke sektor fotografi, smartphone ini memiliki tiga modul kamera belakang

dan satu kamera depan yang kemungkinan sensor kameranya tidak jauh berbeda dengan seri Redmi Note 7 atau Redmi Note 7 Pro. Kamera utamanya 48 MP, lensa telephoto 8 MP serta yang terakhir 13 MP wide-angle. Sedangkan untuk kamera selfienya beresolusi 32 MP.

 

Baca Juga :

Diotaki Snapdragon 855, Realme X Pro Bakal Lawan Flagship Redmi?

Diotaki Snapdragon 855, Realme X Pro Bakal Lawan Flagship Redmi

Diotaki Snapdragon 855, Realme X Pro Bakal Lawan Flagship Redmi?

Diotaki Snapdragon 855, Realme X Pro Bakal Lawan Flagship Redmi

Diotaki Snapdragon 855, Realme X Pro Bakal Lawan Flagship Redmi

Realme baru saja merilis Realme 3 Pro yang ditujukan untuk konsumen kelas menengah. Nah! Untuk menyasar konsumen kelas atas, rumornya Realme akan mengembangkan Realme X yang akan disokong dengan chipset Snapdragon 855 dan smartphone ini secara perdana akan muncul di Cina.

Bukan lagi isapan jempol belaka, rencana Realme tersebut rupanya sudah terdengar oleh salah seorang leaker di Cina. Lewat akun Twitter miliknya, @I_Leak_VN berbagi informasi yang menyebutkan bahwa Realme X Series akan ada dua varian, yakni diperkuat Snapdragon 855 dan Snapdragon 730.

Tentu saja yang menarik adalah perangkat utama yang disokong

chipset Snapdragon 855 dan kemungkinan akan datang dengan sebutan Realme X Pro. Perangkat ini juga diharapkan dapat menyaingi flagship Redmi yang rumornya juga diperkuat dengan Snapdragon 855.

Wow Realme X series have 2 versions: Snapdragon 730 and 855… pic.twitter.com/xyzKt0I4Ar

— I_Leak_VN (@I_Leak_VN) April 30, 2019

Menurut bocoran, Realme X Pro akan dirilis pertama kali di Cina dalam pilihan RAM 6 GB dan 8 GB. Keduanya dapat saja datang dengan internal storage yang sama, yakni 128 GB. Diperkirakan, masing-masing perangkat akan dijual seharga 2.299 Yuan dan 2.599 Yuan atau sekitar Rp4,8 juta dan Rp5,5 juta.

Bocoran ini juga menunjukkan bahwa Realme X Pro dapat dirilis

di pasaran sebagai smartphone berbobot Snapdragon 855 termurah. Sementara itu, Redmi yang sudah menjadi sub-brand Xiaomi juga terus menggoda dengan keinginannya merilis smartphone dengan otak Snapdragon 855.

Laporan terbaru, flagship Redmi tersebut akan datang dengan sebutan Redmi X, meskipun Redmi sendiri belum mengonfirmasi hal itu. Satu hal yang menarik, smartphone ini diduga kuat akan datang dengan dukungan model kamera depan pop-up.

Jika rumor ini benar, tentu saja akan ada persaingan yang cukup menarik yang diperlihatkan oleh Redmi dan Realme di pasar Cina. Diharapkan, kedua perangkat ini nantinya juga akan menyasar pasar global, sehingga kita pun bisa merasakan langsung inovasi yang mereka tawarkan.

Sejauh menyangkut spesifikasi kunci, Realme hingga saat ini

memang belum berbicara banyak. Akan tetapi terkait dengan Redmi yang disokong chipset Snapdragon 855, dikatakan smartphone ini akan hadir dengan layar AMOLED berukuran 6,39 inci tanpa fingerprint under display.

 

sumber :

https://synthesisters.com/textra-sms-pro/

Muncul di Geekbench, Chipset Google Pixel 3a Masih Misterius

Muncul di Geekbench, Chipset Google Pixel 3a Masih Misterius

Muncul di Geekbench, Chipset Google Pixel 3a Masih Misterius

Muncul di Geekbench, Chipset Google Pixel 3a Masih Misterius

Muncul di Geekbench, Chipset Google Pixel 3a Masih Misterius

Gosip yang semakin menarik dibicarakan para pecinta gadget

adalah keinginan Google untuk merilis Google Pixel 3a dan Pixel 3a XL. Ya! Kabarnya smartphone ini akan diperkenalkan pada tanggal 7 Mei 2019 atau bertepatan dengan gelaran Google I/O 2019.

Semakin dekat dengan tanggal peluncurannya, bocoran smartphone ini pun semakin deras. Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa Google akan merilis Pixel 3a dan Pixel 3a XL dalam balutan warna putih. Kabar terbaru, warna lainnya juga akan dihadirkan, yakni “not purple”.

Nah! Baru-baru ini muncul informasi yang tak kalah menarik

, yakni Pixel 3a yang nongol di dalam situs benchmarking Geekbench. Tercatat sebagai Google Pixel 3a, smartphone ini berjalan dengan sistem operasi Android 9 Pie dan punya RAM sebesar 4 GB.

Hal menarik lainnya, Geekbench juga mencatat bahwa smartphone yang ditujukan untuk konsumen kelas menengah ini akan dipacu dengan chipset besutan Qualcomm. Sayangnya, seri chipset yang digunakan tidak tertulis dengan jelas.

Rumor sebelumnya menyebutkan bahwa Pixel 3a XL

yang memiliki bodi lebih besar akan disokong dengan SoC Snapdragon 710. Namun bisa kita lihat, skor Geekbench yang dihasilkan lebih rendah daripada Pixel 3a XL. Besar kemungkinan, SoC yang dipakai Pixel 3a lebih rendah daripada Pixel 3a XL.

 

sumber :

https://synthesisters.com/content-writer-profesional/

Keuntungan dari prototipe

Keuntungan dari prototipe

Keuntungan dari prototipe

Keuntungan dari prototipe

Keuntungan dari prototipe

Prototipe adalah pendekatan ke dasain sistem yang mengembangkan modil kerja yang disederhanakan dari sistem. Prototipe, atau rancngan awal ini, dapat dengan cepat dan murah untuk dibangun dan diberikan pada para pemakai atau diuji.

Keuntungan dari prototipe

  • Menghasilkan syarat yang lebih baik dari produksi yang dihasilkan oleh metode ‘spesifikasi tulisan’.
  • User dapat mempertimbangkan sedikit perubahan selama masih bentuk prototipe.
  • Memberikan hasil yang lebih akurat dari pada perkiraan sebelumnya, karena fungsi yang diinginkan dan kerumitannya sudah dapat diketahui dengan baik.
  • User merasa puas. Pertama, user dapat mengenal melalui komputer. Dengan melakukan prototipe (dengan analisis yang sudah ada), user belajar mengenai komputer dan aplikasi yang akan dibuatkan untuknya. Kedua, user terlibat langsung dari awal dan memotivasi semangat untuk mendukung analisis selama proyek berlangsung.

Langkah-langkah pembuatan prototipe :

Langkah Pertama

Permintaan bermula dari kebutuhan user.

Langkah Kedua   

Bangunlah sistem prototipe untuk menemukan kebutuhan awal yang diminta.

Langkah Ketiga       

Biarkan user menggunakan prototipe. Analis harus memberikan pelatihan, membantu dan duduk bersama-sama dengan user, khususnya untuk pertama kali. Anjurkan perubahan. User harus melihat fungsi-fungsi dan sifat dari prototipe, lihat bagaimana ia memecahkan masalah bisnis dan mengusulkan perbaikan.

Langkah Keempat

Implementasikan saran-saran perubahan.

Langkah Kelima  

Ulangi langkah ketiga sampai user merasa puas.

Langkah Keenam    

Merancang dan membangun suatu sistem akhir seperti sebelumnya.

Baca Juga : 

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI

Banyak alasan untuk mendapatkan sertifikasi IT (Information Technology). Hal utama adalah sertifikasi di bidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi memberikan kredibilitas bagi pemegangnya. Sertifikasi IT menunjukkan para Professional Teknologi Informasi memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat dibuktikan. Sertifikasi IT juga memberikan keunggulan bersaing bagi perusahaan, khususnya dalam pasar global karena kemampuan dan pengetahuan Profesional Teknologi Informasi dan Telekomunikasi telah diuji dan didokumentasikan.
Nilai Sertifikasi IT untuk Peningkatan Bisnis Perusahaan
A. Selaras dengan Tujuan Bisnis Perusahaan
1. Memberikan keunggulan bersaing yang nyata.
2. Memberikan pelayanan pada tingkat yang lebih tinggi.
3. Meningkatkan produktivitas kerja.
4. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang lebih lengkap.
5. Meningkatkan kredibilitas terhadap mitra bisnis dan pelanggan.
6. Memberikan dampak terukur untuk efisensi dan keuntungan bisnis.
7. Menjadi tujuan penting bagi bisnis perusahaan.
B. Alat yang penting untuk mempertahankan dan mendapatkan SDM bidang ICT
1. SDM yang memiliki sertifikasi IT lebih loyal dan kurang suka berganti pekerjaan.
2. Sertifikasi IT adalah suatu cara untuk mempertahankan SDM berkompetensi.
3. Berfungsi sebagai pembeda tingkat kemampuan antara staff senior dan staff baru.
4. Berfungsi sebagai skala pembanding untuk kemampuan teknis.
5. Sertifikasi IT memungkinkan pemilihan yang lebih baik dalam proses rekruitmen.
6. Memberikan perusahaan sebuah standar kemampuan yang konsisten.
7. SDM yang memiliki sertifikasi mampu melakukan fungsi pekerjaan dengan baik.
Contoh Sertifikasi nasional dan internasional
Nasional :
– Sertifikasi sistem manajemen mutu,
– Sertifikasi sistem manajemen lingkungan,
– sertifikasi produk,
– sertifikasi ekolabel
– sertifikasi sistem HACCP3
Internasional :
– Adobe Certification Testing
– Avaya Certification Testing
– CompTIA Certification Testing
– LPI (Linux Professional Institute) Certification Testing
– MySQL Certification Testing
– Novell Certification Testing
– Sun Academic Initiative Certification
– SAP Certification Testing
– VERITAS Certification Testing
Lembaga yang melakukan Sertifikasi
Untuk melakukan sertifikasi di bidang teknologi informasi, ada lembaga yang berperan di dalamnya .. Berikut merupakan lembaga-lembaga tersebut ..
1. LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika)
LSP sebagai lembaga sertifikasi mempunya visi dan misi :
.. Visi LSP Telematika ..
Tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikasi, di bidang telematika di tingkat nasional maupun Internasional.
.. Misi LSP Telematika ..
• Meningkatkan kompetensi SDM melalui sertifikasi profesi di bidang Telematika berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
• Menyediakan informasi tentang SDM yang kompeten dan bersertifikat di bidang Telematika untuk kebutuhan SDM secara nasional dan internasional.
• Mencapai kesetaraan sertifikasi Profesi Telematika di seluruh dunia.
.. Dasar Hukum LSP ..
• Undang-Undang RI N0. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 18
• Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 61
• Undang-Undang RI No. 15 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara tahun 1984 No. 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274)
• Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
• Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 tentang Sistem Latihan Kerja Nasional
• Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: KEP-96A/MEN/VI/2004 tentang Pedoman Penyiapan dan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Profesi
• Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: KEP-149/MEN/V/2005 tentang akreditasi LSP Telematika
• Akta Notaris Buntario Tigris Darmawang, SH No. 54 tanggal 07 Maret 2005
• Surat Keputusan BNSP Nomor KEP-16A/BNSP/III/2006 tentang Lisensi Kepada Lembaga Sertifikasi Profesi
.. Tugas LSP Telematika ..
• Mengembangkan Standar Kompetensi Kerja
• Membuat materi uji kompetensi
• Pelaksana akreditasi Tempat Uji Kompetensi (TUK)
• Menerbitkan Sertifikasi Kompetensi dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi
• Memiliki tanggung jawab teknis dan administrasi atas implementasi, pembinaan dan pengembangan standar kompetensi Kerja dan sertifikasi kompetensi
• Kegiatan kerja merujuk kepada Sertifikat ISO 17024
.. Asosiasi Yang Mempelopori Berdirinya LSP Telematika ..
• MASTEL
• APJII
• ASPILUKI
• APKOMINDO
• APTIKOM
• FTII
• IPKIN
.. Standar Kompetensi ..
• Spesifikasi performance yang ditetapkan oleh Industri yang mencakup keterampilan, pengetahuandan sikap yang disyaratkan untuk dapat bekerja secara efektif.
• Standar Kompetensi terdiri atas elemen-elemen kriteria unjuk kerja dan rentang variabel serta petunjuk pengumpulan bukti
.. Elemen Kompetensi ..
Kompetensi kerja memiliki 3 elemen penting yakni ketrampilan, pengetahuan, dan sikap. Perpaduan yang harmonis antara ketiga elemen ini menghasilkan tenaga kerja yang kompeten.
.. Standar Kompetensi Yang Berlaku Secara Nasional ..
Pemerintah telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang disusun dari berbagai kalangan dan berlaku secara nasional. SKKNI ini menjadi landasan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan LSP Telematika.
.. SKKNI ..
Suatu pernyataan yang disetujui secara nasional mengenai keterampilan, pengetahuan, sikap standar unjuk kerja seorang profesioanl yang disyaratkan di suatu perusahaan. Selain itu SKKNI juga menjadi landasan dalam pembuatan materi uji kompetensi.
.. Sertifikat Yang Dikeluarkan LSP Telematika ..
Ada dua jenis sertifikat yakni : Certificate of Competence dan Certificate of Attainment .
2. VUE Authorized Test Centers
Lembaga ini merupakan salah satu penyelenggara training IT yang memiliki kemampuan secara mandiri untuk menyelenggarakan ujian sertifikasi internasional dari berbagai vendor IT terkemuka seperti Cisco, CompTIA, Novel, Sun, dsb.
Tidak semua lembaga training IT memiliki lisensi untuk mengadakan ujian sertifikasi internasional, bahkan banyak lembaga training IT yang bekerjasama dengan kami melaksanakan ujian sertifikasi internasional bagi peserta training yang mengikuti training mereka..
Lembaga ini ditunjuk sebagai VUE Authorized Test Center sejak Maret 2007 dan hingga kini telah melaksanakan ujian sebanyak 75 kali dengan beragam jenis ujian dari Cisco Certified dan Microsoft Certified. Jumlah workstation untuk peserta ujian adalah 4 (empat buah) dengan demikian dalam satu waktu bersamaan kita maksimal dapat melaksanakan ujian sertifikasi internasional bagi 4 orang. Dengan server khusus yang didedikasikan hanya untuk VUE Test Center software yang menjamin kelancaran proses ujian sertifikasi.
Program Ujian Sertifikasi Internasional Lainnya
VUE Authorized Test Centers juga memfasilitasi ujian sertifikasi internasional lainnya seperti : BPN, ADP, Agilent Technologies, Altiris, American College, Avaya Inc. Testing, BMC Software, Brocade Communications, BRPT, Business Objects, Check Point Software Technologies, CompTIA Testing, EXIN, IBM Testing, Isilon Systems, Linux Professional Institute Testing, Lotus Testing, MatrixOne McDATA, Microsoft Testing, MySQL, Novell Testing, PostgreSQL CE (SRA OSS), PRMIA, Radware, Siemens, Sun Microsystems – SAI Program, Tivoli Testing, VERITAS, VMware, Inc., Zend Technologies, Ltd.
Sejak bulan September 2007 terjadi pemisahaan ujian sertifikasi internasional, dimana secara khusus ujian Cisco Certified hanya dapat dilaksanakan oleh VUE Authorized Test Center sedangkan Microsoft Certified hanya dapat diujikan oleh Prometric Test Center. Saat ini kami juga telah ditunjuk oleh Prometric sebagai Prometric Test Center. Sehingga lebih banyak lagi jenis ujian sertifikasi internasional yang dapat kami selenggarakan.
Pembiayaan untuk mengambil ujian sertifikasi tertentu di bidang TI memang tidak mudah, mulai dari isi materi termasuk di dalamnya masalah bahasa, hingga yang paling utama adalah faktor biaya. Khusus permasalahan biaya ujian, bagi skala perusahaan, biaya yang harus dikeluarkan untuk karyawannya mungkin adalah hal yang standar saja, namun jika ukurannya adalah per individu, maka biaya mengikuti program ujian sertifikasi skala internasional ini memang terbilang cukup mahal. Padahal, jika peserta ujian gagal, ia tidak memperoleh apa pun selain berkas yang berisikan informasi materi dan nilai hasil ujian.
Prosedur dan Persyaratan untuk Mengambil Sertifikasi
Beberapa bidang pekerjaan tertentu mensyaratkan kualifikasi dan kompetensi dalam menjalankan prosesnya. Permasalahannya adalah bagaimana employer dapat mengetahui bahwa SDM yang dicarinya berkualitas tanpa perlu ia membuang waktu dan tenaga untuk menguji satu-persatu calon karyawannya. Agar lebih jelas dibawah ini adalah mereka yang memerlukan sertifikasi IT :
1. Profesional ICT (operator, administrator, developer, engineer, specialist).
2. Akademisi ICT (trainer, lecturer, instructor and teacher).
3. Manager dan Supervisor ICT.
4. Semua pihak yang terlibat dalam pengembangan TI dan telekomunikasi.

Prosedur untuk mengambil sertifikasi harus mengikuti pelatihan yang diadakan lembaga sertifikasi dan lulus dalam ujiannya. diperlukan kesungguhan dan kerja keras agar kita bisa lulus ujian sertifikasi. Pada akhirnya keberhasilan meraih sertifikasi juga akan mendorong sukses dalam berkarir.

Sumber : https://anchorstates.net/

Apa itu Android

Apa itu Android

Apa itu Android

Apa itu Android

Apa itu Android

Android adalah suatu sistem operasi (OS) yang dipergunakan oleh telepon celullar.

Basis OS Android adalah Linux yang merupakan open source. Android memungkinkan

pengembang untuk selalu menciptakan aplikasi Android sendiri yang bisa digunakan

untuk berbagai macam alat yang bergerak. Android pertama kali diperkenalkan pada

tanggal 5 november 2007 yang bekerjasama dengan Open Handset Alliance.Sistem Android dipakai di

telepon pertama kali pada tanggal 22 Oktober 2008 untuk HTC Dream. Pada beberapa bulan kemudian

di tahun berikutnya Operating System Android sudah banyak sekali dipakai oleh berbagai jenis telepon

celullar. Android disebut sebagai OS yang kuat, cepat dan juga sangat baik.

versi android:

versi 1.1 (9 Maret 2009)
versi 1.5 / Cupcake (pertengahan Mei 2009)
versi 1.6 / Donut (September 2009)
versi 2.0/2.1 / Eclair (3 Desember 2009)
versi 2.2 / Froyo (20 Mei 2010)
versi 2.3 / Gingerbread (6 Desember 2010)
versi 3.0 / Honeycomb dirilis pada tanggal 2 Februari 2011. Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet dan mendukung layar dengan ukuran yang lebih lebar. Motorola Xoom adalah tablet pertama yang menggunakan Android Honeycomb ini.

Sumber : https://abovethefraymag.com/

Fujifilm Jual instax Mini 9 Edisi Frozen 2 dan Star Wars di Indonesia

Fujifilm Jual instax Mini 9 Edisi Frozen 2 dan Star Wars di Indonesia

Fujifilm Jual instax Mini 9 Edisi Frozen 2 dan Star Wars di Indonesia

Fujifilm Jual instax Mini 9 Edisi Frozen 2 dan Star Wars di Indonesia

Fujifilm Jual instax Mini 9 Edisi Frozen 2 dan Star Wars di Indonesia

PT. FUJIFILM Indonesia (Fujifilm) kembali membuat gebrakan di pasar Indonesia. Ya! Kali ini Fujifilm

mengumumkan kolaborasinya dengan Disney dalam meluncurkan varian terbaru kamera dan film instax Mini 9 edisi terbatas Star Wars dan Frozen 2.

Varian terbaru kamera dan film instax Mini 9 ini menambah jajaran instax edisi karakter Disney sebelumnya. Kehadiran kolaborasi ini juga diharapkan akan semakin memeriahkan liburan akhir tahun sekaligus sejalan dengan brand preposition terbaru instax, “Don’t Just Take, Give”.

“instax mengedepankan semangat berbagi. Melalui instax, kita tidak hanya mengabadikan banyak

momen berharga pada liburan akhr tahun yang sudah di depan mata. Selain itu, pengguna instax juga dapat berbagi serta menyebarkan kebahagiaan tersebut,” ungkap Noriyuki Kawakubo, Presiden Direktur PT FUJIFILM Indonesia.

Ya! Semangat liburan akhir tahun inilah yang melatarbelakangi hadirnya empat produk terbaru instax hasil kolaborasi dengan Disney. Keempat produk tersebut adalah kamera instax Mini 9 edisi Frozen 2 dan Star Wars serta kertas film instax Mini edisi Frozen 2 dan Star Wars.

instax Mini 9 dan kertas film instax edisi khusus ini diluncurkan dengan desain unik, yang diciptakan khusus

bagi para penyuka karakter Disney, terutama untuk penggemar film Star Wars dan Frozen. Kamera instax Mini 9 edisi Frozen 2 hadir dengan ilustrasi gambar putri Elsa, tokoh utama film Frozen, yang didominasi warna biru dan putih.

Sementara, instax Mini 9 yang ditujukan untuk memanjakan para penggemar film Star Wars didesain khusus dengan gambar logo khas milik Star Wars. Fujifilm juga menyisipka karakter droid favorit para penggemar film Star Wars, yaitu BB-8 dan R2D2, serta droid terbaru D-O.

Buat kalian yang tertarik untuk meminang instax Mini 9 edisi terbatas ini, perangkat tersebut mulai tersedia di semua gerai resmi Fujifilm sejak tanggal tanggal 30 Oktpber 2019 dan dibanderol seharga Rp1.249.000. Sementara, kertas film instax Mini edisi khusus Frozen 2 dan Star Wars, masing-masing ditawarkan dengan harga Rp99.000.

 

Baca Juga :